Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label basis data. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label basis data. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

Domain dan Tipe Data

Domain adalah himpunan nilai yang diijinkan pada suatu atribut. Aetiap atribut di basis data relasional didefinisikan pada suatu domain. Domain-domain dapat berbeda untuk measing-masing atribut. Dua atribut atau lebih dapat mempunyai domain yang sama. Domain tidak hanya sekedar tipe data, tetapi domain adalah tipe data yang memiliki batasan-batasan nilai tertentu.
Contoh : domain umur tidak sama dengan domain harga meskipun keduanya memiliki tipe bilangan bulat.
Tipe data
Domain
Character
Alpha Numeric (A-Z, 0-9, special character)
Number :
  • Integer
  • Real float

-32.768 s/d 32.767
Pecahan
Boolean
True/false
Date
Tanggal
Memo
Text
Ole Object
Object (Image, File, Resource)

Tabel 1. Tabel tipe data inti

1.2.1 Menentukan tipe data
                Contoh Tipe data dapat ditulisakan sebagai berikut :
Atribut
Tipe
Lebar
NIM
Character
10
NAMA_MHS
Character
20
ALAMAT
Character
30
TGL_LAHIR
Date
-
     Tabel  2. Struktur dan tipe data pada tabel 1
Penentuan lebar berdasarkan pada perkiraan jumlah minimal karakter yang diperlukan pada atribut tersebut. Pada contoh di atas, atribut NAMA_MHS mempunyai tipe Character dan mempunyai lebar 20, dengan alasan karena nama orang kurang dari 20 karakter. Penggunaan lebar yang kurang tepat akan berakibat pada pemborosan dan mengakibatkan file database akan membesar dengan cepat.
                Pada beberapa tipe data, seperti Date dan Boolean lebar tidak perlu dicantumkan karena sudah diatur oleh DBMS.
Reade more >>

Bernilai Tunggal dan Atribut Bernilai Banyak

Atribut bernilai tunggal ditujukan pada atribut – atribut yang memiliki paling banyak satu nilai untuk setiap baris data. Pada table dosen, atribut (nid, nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir, jkelamin, alamat, kota, kodepos, gajipokok) merupakan atribut bernilai tunggal, karena atribut-atribut tersebut hanya dapat berisi satu nilai. Jika ada seorang dosen yang memiliki 2 tempat tinggal, maka hanya salah satu saja yang boleh dimasukkan ke atribut alamat.
Atribut bernilai banyak ditujukan pada atribut-atribut yang dapat kita isi dengan lebih dari satu nilai, tetapi jenisnya sama. Pada table dosen, kita dapat menambahkan atribut hobbi. Seorang dosen ada yang mempunyai 1 hobi, banyak hobi, bahkan ada yang tidak punya hobi.

1.1.4. Atribut Harus Bernilai (Mandatory Attribute ) dan Nilai Null
Mandatory Attribute adalah merupakan sejumlah atribut yang ada pada suatu table yang harus berisi data dan tidak boleh kosong.
Sedangkan Non Mandatory Attribute adalah sejumlah atribut yang ada pada suatu table yang boleh tidak diisi datanya / boleh kosong. Nilai Null digunakan untuk mengisi atribut – atribut yang nilainya memang belum siap / tidak ada. Misalkan pada table dosen kita tambahkan 1 (satu) record, seperti tampak pada gambar berikut:

§  Atribut nid dan nama_d adalah atribut mandatory dan nilainya tidak boleh kosong (not null), hal ini juga berhubungan pada saat kita mendesain table pada database, pada saat table dosen tersebut di create maka pendefinisian atribut tersebut harus not null/ dan biasanya yang menjadi primary key pada suatu table pasti nilainya not null.
§  Untuk atribut yang berisi null adalah karena data yang ada maasih meragukan atau belum ada sama sekali, jadi pada saat kita meng create table untuk atribut tersebut harus didefinisikan null, kalau kita mendefinisikan not null, walaupun datanya belum ada atau meragukan maka kita harus mengisi datanya.
Pada contoh diatas yang menjadikan mandatory atribut adalah nid dan nama_d,karena pada saat petugas melakukan input (pemasukan data) nid pasti ada nama_d, karena nim akan terbentuk kalau nama_d (nama dosen) nya ada, tidak mungkin ada nim sedangkan nama_d nya tidak ada dan pada atribut ini nilainya harus ada tidak boleh kosong (null) jadi harus isi datanya. Sedangkan untuk atribut non mandatory adalah tempat_lhr,tgl_lahir,jkelamin,alamat dan lainnya, karena pada atribut tersebut nilainya boleh kosong dikarenakan datanya belum siap atau masih meragukan.
1.1.5. Atribut Turunan (Derived Attribute)
Atribut turunan adalah atribut yang nilai-nilainya diperoleh dari pengolahan atau dapat diturunkan dari atribut atau table lain yang berhubungan. Penambahan atribut tahun_masuk pada table dosen merupakan contoh atribut turunan.

Atribut tahun_masuk pada contoh diatas dapat ditiadakan, karena atribut tersebut dapat diperoleh dari atribut nid, yaitu 2 digit pertama yang menyatakan tahun masuk dosen, jadi tidak perlu dibuat untuk atribut tersebut.
Reade more >>

Key dan Atribut Deskriptif

Key, adalah satu atau gabungan beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data (row) dalam tabel secara unik. Artinya adalah apabila suatu field / atribut dijadikan key, maka tidak boleh ada dua atau lebih baris data dengan nilai yang sama untuk field / atribut tersebut. Sehubungan dengan pernyataan tersebut, maka kita dapat membedakan 3 (tiga) macam key yang dapat diterapkan pada suatu tabel :
1. Superkey.
2. Candidate-Key.
3. Key Primer (Primary-Key).
4. Kunci tamu (Foreign Key)
a. Superkey
Superkey adalah merupakan satu atau lebih field / atribut (kumpulan atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah table secara unik. Bisa terjadi, ada lebih dari 1 kumpulan atribut yang bersifat seperti itu pada sebuah table. Pada tabel Dosen yang memiliki 4 buah field / atribut tersebut, yang dapat menjadi superkey adalah :
§  (nid, nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir, jkelamin, alamat, kota, kodepos, gajipokok)
§  (nid, nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir, jkelamin, alamat, kota, kodepos)
§  (nid, nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir, jkelamin, alamat, kota,)
§  (nid, nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir, jkelamin, alamat,)
§  (nid, nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir, jkelamin,)
§  (nid, nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir)
§  (nid, nama_d, tempat_lhr)
§  (nid, nama_d,)
§  (nid)
§  (nama_d)
b. Candidate-Key
Candidate_key adalah merupakan kumpulan field / atribut minimal yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah table secara unik.Sebuah Candidate-key tidak boleh berisi atribut atau kumpulan atribut yang telah menjadi superkey yang lain. Jadi sebuah Candidate-key pasti superkey, tapi belum tentu sebaliknya. Pada table Dosen tersebut diatas, yang dapat menjadi Candidate-key adalah :
§  (nid).
§  (nama_d), jika kita bisa menjamin tidak ada nilai yang sama untuk atribut ini.
Pada sebuah table dimungkinkan ada lebih dari satu Candidate-key, seperti contoh diatas. Salah satu dari Candidate–key ini (jika memang lebih dari satu) dapat dijadikan sebagai Key Primer (Primary key).
sebuah pengenal yang unik untuk sebuah baris dalam sebuah hubungan atau tabel data base. Candidate Key sederhana (satu atribut) atau gabungan (dua atribut). Di definisikan, dalam setiap hubungan harus mempunyai paling sedikit satu Candidate key, tapi bisa juga mempunyai lebih Candidate key. Jika dalam satu hubungan terdapat satu Candidate key maka secara otomatis akan menjadi kunci utama untuk hubungan tersebut, tapi jika terdapat banyak Candidate key maka , derainer harus menunjuk salah satu untuk menjadi kunci utamanya. Dan untuk setip Candidate key yang tidak ditunjuk sebagai kunci utama ialah kunci pengganti.

c. Primarye-Key
Primary_key adalah candidate-key yang dipilih untuk mengidentifikasi tupel secara unik pada suatu relasi. Kunci utama dapat terbentuk dari satu atribut atau lebih. Pemilihan Key Primer dari sejumlah Candidate-key pada suatu table didasari pada ketiga hal berikut ini:
1. Key tersebut lebih sering (natural) untuk dijadikan acuan.
2. Key tersebut lebih ringkas.
3. Jaminan keunikan Key tersebut lebih baik.
Dengan pertimbangan tersebut, kedua Candidate-key pada table dosen, yaitu nid dan nama_d, yang lebih cocok sebagai Key Primer adalah (nid). Hal ini dikarenakan bahwa jaminan keunikan daripada nid (nomor induk dosen) akan terjamin karena karena setiap nid pada suatu perguruan tinggi pastinya tidak akan sama nilainya, sedangkan kenapa tidak memilih nama_d, karena nama_d kemungkinan ada yang sama nilainya.
c. Foreign-Key
Kunci tamu adalah satu atribut (satu set atribut) yang melengkapi satu relationship (hubungan) yang menunjukkan ke induknya. Kunci tamu ditempatkan pada relasi anak dan sama dengan kunci primer induk direlasikan. Hubungan antara relasi induk dengan anak adalah satu lawan banyak (one to manyrelationship).

Kunci tamu dari table / relasi mengajar adalah : nid, kdmk dan kode_jur karena dalam table
ini membutuhkan data – data yang ada dalam table dosen, matakuliah dan jurusan.
Kunci primer untuk table / relasi mengajar adalah nid,thn_akademik,smt,hari,jam_kei,karena unik dan mewakili entity.
Dalam hal hubungan 2 buah relasi yang mempunyai relation banyak ke banyak (many to many), maka terdapat 2 buah kunci tamu pada relasi konektornya.

Hubungan relasi proyek dengan pegawai adalah many to many, dengan pengertian bahwa satu pegawai mengerjakan lebih dari 1 proyek dan 1 proyek dikerjakan oleh beberapa pegawai. Untuk menunjukkan hubungan tersebut, maka dipakai relasi konektor yang berisi kunci tamu dari kedua relasi (proyek dan pegawai). Sehingga relasi konektor proyek_pegawai berisi atribut :

Pada relasi proyek_pegawai tersebut atribut nik dan no_proyek merupakan kunci tamu (FK) dan keduanya juga menjadi primay key, dan keduanya merupakan kunci primer (primary key) pada relasi induknya. Sehingga hasilnya menjadi sebagai berikut :

Keterangan : FK = Foreign Key (kunci tamu), PK = Primary Key (kunci utama)

d. Atribut Deskriptif
Atribut diskriptif adalah atribut – atribut yang tidak menjadi atau merupakan anggota dari Key Primer pada suatu table didalam database. Pada table dosen diatas, yang menjadi atribut diskriptif adalah nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir, jkelamin, alamat, kota, kodepos, gajipokok.
Reade more >>

1.1 Atribut tabel

Atribut yang sebenarnya identik dengan pemakaian istilah kolom data atau field.
Sebagai contoh :
§  Table Dosen, memiliki 9 buah field / atribut, yaitu : nid, nama_d, tempat_lhr, tgl_lahir, jkelamin, alamat, kota, kodepos, dan gajipokok.
§  Table Matakuliah, memiliki 4 buah atribut, yaitu : kdmk, nama_mk, sks dan semester.
§  Table Jurusan, memiliki 4 buah atribut, yaitu : kode_jur, nama_jur, jenjang, dan nama_kajur.
§  Table Mengajar, memiliki 9 buah atribut, yaitu : nid, thn_akademik, smt, hari, jam_ke,
kdmk, waktu, kelas, dan kode_jur.
Dari 4 table di atas, masing-masing table memiliki field / atribut sebagai key, dan lainnya sebagai atribut deskriptif. Ada pula atribut yang tergolong atribut sederhana atau komposit dan lainnya.
Reade more >>

Pengantar basis Data

1.1. Pendahuluan
Data
adalah nilai/value yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event).
Informasi
merupakan hasil daripengolhaan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan  suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Sistem Informasi
Suatu sistem dalam organisasi merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur komunikasi penting. Memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada menajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
Sistem Informasi = sistem terotomasi, terdiri dari beberapa komponen, antara lain :
§  Hardware : CPU, Disk, terminal, printer
§  Software : Sistem operasi, sistem basis data, prog. Pengontrol komunikasi, prog. Aplikasi
§  Personil : yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem.
§  Data : data yang tersimpan dalam waktu tertentu
§  Prosedur : instrukdi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem
1.2. Basis Data
Basis data merupakan kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.

                1.2.1 Mengapa Diperlukan Basis Data
§  Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
§  Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
§  Mengurangi duplikasi data (data redundancy)
§  Hubungan data dapat ditingkatkan (data reability)
§  Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar

 
1.2.2 Jenjang Data
§  Character : merupakan bagian data yang terkecil, dapat berupa karakter numerik, huruf ataupun karakter-karakter khusus (special karakter) yang membentuk suatu item data/field.
§  Field : merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record
§  Record : kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.
§  File : terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file mata pelajaran berisi data tentang semua mata pelajaran yang ada.
§  Basis data : kumpulan dari file/tabel yang membentuk basis data
1.1. Sistem Manajemen Basis Data atau DBMS (Database Management System)
DBMS adalah perangkat lunak untuk mendefinisikan, menciptakan, mengelola, dan mengendalikan pengaksesan basis data.
                1.3.1 Tujuan/kelebihan DBMS
a.       Menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien untuk penyimpanan dan pengambilan data dari basis data. Dengan DBMS pemakai berurusan dengan abstraksi tingkat tinggi yang lebih akrab, nyaman, dan fleksibel bukan rincian fisik penyimpanan data.
b.      Menghindari redundansi dan inkonsistensi data
c.       Menghindari kesulitan pengaksesan basis data
d.      Menghindari isolasi data
e.      Menghindari maslaah keamanan
f.        Menghindari masalah integritas
g.       Pemakaian data bersama
h.      Peningkatan produktivitas
i.         Kehandalan
j.        Waktu  tanggap yang rendah
k.       Waktu hidup yang lama
1.3.2 Kelemahan DBMS
a.       Kompleksitas yang tinggi
b.      Ukuran perangkat lunak yang besar
c.       Tambahan biaya untuk pengadaan operasi dan perawatan
d.      Kinerja yang rendah bila SDM tidak memadai
e.      Dampak yang fatal bila terjadi kegagalan
1.3.3 Operasi dasar terhadap basis data
                Operasi dasar terhadap basis data adalah memanipulasi data yaitu tambah, ubah, dan hapus, menampilkan informasi data, dan membuat skema data.

1.3.4 Contoh DBMS
-       Microsoft SQL Server
-       MySQL
-       PostgreSQL
-       SqlLite
-       Access
-       Oracle
1.2. Pemodelan Basis Data
Model data adalah kumpulan bentukan-bentukan deskripsi data tingkat tinggi yang menyembunyikan rincian penyimpanan data level rendah.
1.4.1 Level Arsitektur Basis Data
Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :
Internal/Physical Level:
berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage)
External /View Level
berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap user.
Conceptual/Logical Level
yang menghubungkan antara internal & external level Berikut adalah gambar tiga level arsitektur system basis data :
Contoh dalam sebuah basis data pegawai, ketiga level digambarkan sebagai berikut :
§  Pada level konseptual, basis data mengandung informasi tentang sebuah entity yang disebut EMPLOYEE. Setiap EMPLOYEE mempunyai sebuah EMP_NUMBER (6 karakter), DEP_NUMBER(4 karakter) & SALARY (5 digit desimal).
§  Pada level internal, para pegawai direpresentasikan oleh STRORED_EMP, panjang 20 byte. STORED_EMP terdiri atas 4 field yaitu flag/pointer, 6 byte, tiga field untuk atribut pegawai.
§  User yang menggunakan PL/I mempunyai sisi pandang level eksternal dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan sintaks PL/I
§  Demikianlah pula user yang menggunakan COBOL mempunyai sisi pandang level eksternal dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan sintaks COBOL.
1.4.1.1  External Level /View Level
Adalah level user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.
-       programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I
-       end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.
1.4.1.2 Conceptual Level / Logical level
Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung
oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual
1.4.1. 3 Internal/Physical Level
Adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.
1.5 Pemetaan
1.5.1 Conceptual/internal Mapping
Yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level konseptual dan level internal. Pemetaan ini menjelaskan bagaimana record & field pada level konseptual direpresentasikan pada level internal.
1.5.2 External/Conceptual Mapping :
Yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level eksternal dan level konseptual. Contoh : beberapa field dapat mempunyai tipe yang berbeda, field dan nama field dapat berubah, bebeapa field pada level konseptual dapat dikombinasikan ke dalam satu field external.
1.6 Model-Model Data
Yang dimaksud dengan model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan data, relasi-relasi antar data, semantic data & konsistensi konstrain. Bermacam-macam model data terbagi dalam tiga kelompok besar yaitu : Object-based logical models, record-based logical models, & physical models.
1. Object-based logical Models
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah :
- Entity-relationship model
- Object-oriented model
- Semantic data model
- Functional data model
Dua dari model di atas yaitu : entity-relationship model & object-oriented model akan dijelaskan lebih detil.
a. Entity-relationship Model
E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yanga terdiri dari sekumpulan objek, disebut entity dan hubungan antar objek tersebut, disebut relationship. Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya. Contoh : entity Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat no. ktm. Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Diagram E-R terdiri dari :
§  Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entity
§  Elip, menggambarkan atribut-atribut entity
§  Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entity
§  Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R
b. Object-Oriented Model
Model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek. Setiap objek berisi :
1. Nilai yang disimpan dalam variable instant, dimana variable tersebut “melekat” dengan objek itu sendiri.
2.  Metoda : operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan
3.  Objek-objek yang memiliki tipe nilai & metode yang sama dikelompokkan dalam satu kelas. Kelas disini mirip dengan tipe data abstrak pada bahasa pemrograman.
4. Sending a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut.
c. Model-model lojik berbasis record
Terdapat beberapa model dalam kelompok ini :
1.        Model Relasional ( Relational Model)
Model relasional menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk merepresentasikan data & relasi antar data-data tersebut. Setiap tabel terdiri atas kolom-kolom, dan setiap kolom mempunyai nama yang unik.

2.        Model Jaringan (Network Model )
Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record (Pascal), dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link. Link dipandang sebagai pointer. Record-record diorganisasikan sebagai graf. Contoh, model relasional di atas direpresentasikan dalam model jaringan.

3.       Model Hirarki (Hirarchical Model)
Mirip dengan model jaringan.Data direpresentasikan dalam record dan link. Perbedaannya adalah, record-record diorganisasikan sebagai tree (pohon) daripada graf. Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.
1.7 Bahasa Yang Disediakan Oleh Sistem Basis Data
Sebuah system basis data menyediakan dua tipe bahasa yaitu : tipe untuk menspesifikasikan skema basis data, disebut DDL, dan tipe untuk mengekspresikan queri atau update basis data, disebut MDL.
1.7.1 Data-definition Language
Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut data-definition language (DDL). Hasil kompilasi DDL berupa tabel-tabel yang disimpan dalam sebuah file, disebut data dictionary (kamus data) atau data directory. Kamus data adalah sebuah file yang berisi metadata. File ini yang dikonsultasi sebelum data yang sebenarnya dibaca atau dimodifikasi oleh system basis data.
1.7.2 Data-manipulation Language
Adalah bahasa untuk memanipulasi data yaitu :
o Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data
o Penyisipan informasi baru ke basis data
o Penghapusan informasi dari basis data
o Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data
Query adalah statemen yang ditulis untuk mengambil informasi. Bagian dari DML yang menangani pengambilan informasi ini disebut bahasa query.

1.8 Database Administrator (Administrator Basis Data)
Administrator basis data adalah orang yang bertanggungjawab terhadap strategi yang berhubungan dengan pengolahan data di suatu perusahaan. Selain hal tersebut, DBA adalah orang yang bertanggungjawab terhadap implementasi strategi tersebut secara teknis. Berikut dijelaskan beberapa fungsi DBA secara detil :
§  Mendefinisikan skema konseptual
yaitu memutuskan informasi apa saja yang akan dihasilkan oleh sutu basis data. Dalam hal ini DBA bertugas mendefinisikan entity-entiti yang terlibat pada perancangan basis data. Proses ini disebut dengan Logical Database Design (kadang-kadang disebut Conceptual Database Design). Setelah DBA menentukan muatan dari basis data maka DBA akan menyusun skema konseptual menggunakan DDL (data definition language). Kemudian dengan DBMS, skema tersebut diimplementasikan.
§  Mendefinisikan Skema Internal
selain menentukan skema konseptual dari basis data, DBA juga bertanggung jawab terhadap desain penyimpanan data secara fisik.
§  Mensosialisasikan hasil rancangan baik konseptual & internal ke user
Dalam hal ini tugas DBA adalah menyakinkan user bahwa data-data yang mereka perlukan semua telah tersedia & membantu user untuk mengimplementasikanrancangan tersebut dalam DDL.
§  Mendefinisikan aturan-aturan sekuriti & integritas data
§  Mendefinisikan prosedur-prosedur back-up & recovery
§  Memonitor performansi system & menangani perubahan-perubahan yang ada.

1.9 Database Management System (Sistem Manajemen Basis Data)
DBMS adalah software yang menangani semua akses ke basis data. Secara konsep apa
yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. user melakukan pengaksesan basis data untuk informasi yang diperlukannya menggunakan suatu bahasa manipulasi data, biasanya disebut SQL.
2. DBMS menerima request dari user & menganalisa request tersebut
3. DBMS memeriksa skema eksternal user, pemetaan eksternal/konseptual, skema konseptual, pemetaan konseptual/internal, & struktur penyimpanan.
4. DBMS mengeksekusi operasi-operasi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan user.

Reade more >>

clock